Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2026

QRIS Masjid At-Tin Banyuraden Gamping Sleman

|0 komentar

 


Salurkan infaq dan sedekah Anda ke Masjid At-Tin Banyuraden.

Kamis, 17 September 2020

Pengabdian Dosen FEB UMY pada Pengembangan Rumah Tahfidz di Masjid At Tin Sleman

|0 komentar


Pada saat ini pendidikan formal belum sepenuhnya dapat menjawab tantangan pendidikan moral bagi generasi milenial. Fenomena ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tanpa adanya kontrol yang baik dari keluarga akan sangat sulit mendapatkan generasi milenial yang mempunyai akhlak Islami.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan Islam pada umumnya dan pekerjaan rumah bagi tenaga pendidik termasuk dosen khususnya. Oleh karena itu, Radyan Dananjoyo, Ph.D, dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Masjid At Tin, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, pada hari Minggu (9/8). Bentuk pengabdian yang dilakukan adalah pendampingan dan pelatihan pengembangan Rumah Tahfidz.

“Pengembangan pendidikan melalui Rumah Tahfidz diharapkan mampu mencetak generasi Islami yang mempunyai akhlak mulia sesuai yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits” ujar Radyan. Menurut Doktor lulusan New Zealand ini, pengembangan karakter Islami sejak usia dini adalah kunci sukses bagi setiap individu pada khususnya dan negara pada umumnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan seseorang dapat digapai melalui kombinasi pendidikan formal yang ditopang dengan pendidikan akhlak atau karakter.


Ditulis oleh : Radyan Dananjoyo

Sumber : https://m.kumparan.com/radyan-dananjoyo/pengabdian-dosen-feb-umy-pada-pengembangan-rumah-tahfidz-di-masjid-at-tin-sleman-1uDcPtbIsrF/full


Senin, 07 Maret 2016

Sholat Gerhana Matahari di Masjid At-Tin 9 Maret 2016

|0 komentar
Assalamu'alaikum, Wr.Wb.

Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ
Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

Shalat gerhana disyariatkan kepada siapa saja, baik dalam keadaan muqim di negerinya atau dalam keadaan safar, baik untuk laki-laki atau untuk perempuan.

Namun perlu diketahui bahwa kedudukan shalat ini tidak sampai kepada derajat wajib, bagi kita yang dapat melihat dan tak dapat melihat fenomena ini ada baiknya melakukan seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW seperti hadist diatas.  Untuk itu kami dari Masjid At-Tin Banyuraden Sleman Yogyakarta akan mengadakan sholat gerhana matahari.

Tempat Pelaksanaan Sholat   :  Masjid At-Tin
Alamat                                  :  Jl. Tatabumi Selatan No.109, Kel.Banyuraden, Kec.Gamping
                                               Sleman-Yogyakarta
Tanggal                                 :  09 Maret 2016
Jam                                       :  06.30 WIB
Imam                                    :  Ustad Suyanto, SAg, MSi

Bagi rekan-rekan muslimin dan muslimat yang berada diwilayah Yogyakarta yang ikut melaksanakan sholat gerhana monggo hadir ke Masjid At-Tin. Disediakan sarapan pagi yang maknyus.

Untuk tatacara sholat klik  gambar dibawah.



Wassalamualikum, Wr.Wb.

Sabtu, 24 Mei 2014

Outbond Santri TPA Masjid At-Tin

|0 komentar

Salah satu program pengurus TPA Masjid At-Tin Banyuraden setiap tahunnya adalah mengadakan outbond setahun sekali. Tahun pertama ini outbond dilakukan di area persawahan dibelakang Masjid. Desa yang terletak didekat masjid ini adalah Desa Sukunan yang termasuk salah satu desa wisata di wilayah Sleman.

Desa Sukunan dijadikan desa wisata karena lokasinya yang masih dipedesaan, dikelilingi area persawaan, dan memikiki pengelola kelompok sapi warga. Desa ini juga berhasil dalam pengelolaan sampah warga yang dijadikan salah satu sumber Biogas. 

Harapan dengan outbond untuk mengajarkan hubungan antara manusia dengan alam, agar santriwan dan santriwati mengenal kebesaran ciptaan Allah SWT dan mau menjaga keseimbangan alam. Mengajarkan betapa pentingnya untuk menjaga alam ini adalah anjuran perintah Allah SWT.

Kamis, 13 Februari 2014

TPA MASJID AT-TIN LIBUR TGL. 14 Februari 2014

|0 komentar

 

 

DIUMUMKAN KE SEGENAP SANTRIWAN DAN SANTRIWATI BAHWA TPA MASJID AT-TIN

HARI INI JUM'AT : 14 FEBRUARI 2014  

DILIBURKAN!

Senin, 10 Juni 2013

Masjid At-Tin Telah Diresmikan Bupati SLeman

|0 komentar
Alhamdulillah telah diresmikan Masjid At-Tin oleh Bapak Drs. H. Sri Purnomo, MSi. pada hari Sabtu, tanggal 11 Mei 2013. Acara berlangsung dengan hikmah dan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama desa Banyuraden dan sekitarnya, Lurah, Camat, dan masyarakat sekitar masjid.

Masjid At-Tin dibangun dari dana individu oleh Ny. Agus Praptini, SH, MKN. dimana tujuan dibangunnya masjid ini agar dapat bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat sekitar. Dengan dibangunnya masjid ini diharapkan menjadi salah satu ladang ibadah yang tak terputus bagi keluarga yang membangunnya sampai ke yaumil akhir kelak.

Berikut gambar-gambar kegiatan peresmian masjid At-Tin










Senin, 01 April 2013

JOGJA KIAN ISTIMEWA DENGAN RUMAH TAHFIDZ

|1 komentar

Meski malam sebelumnya rumahnya di Ketapang, Tangerang, dibobol garong, Ustadz Yusuf Mansur tampak tetap ceria mengikuti rangkaian acara peresmian Rumah Tahfidz di Kota Gudeg. Kita sedih, jelas sedih. Apalagi uang yang diambil itu kebanyakan adalah gaji karyawan. Tapi, tidak ada kebahagiaan yang melebihi hidup bersama Al Quran,  tutur Ustadz.

Di Masjid Nurul Asri, Deresan, Gejayan, jamaah Wisatahati Yogyakarta berdoa bersama untuk memulai perjalanan bersepeda. Alhamdulillah, Jogja yang dalam beberapa hari terakhir basah kuyup diguyur hujan, sore itu hanya bernaung mendung.

Melalui olahraga budaya Jogja ini, kita ingin mengajak masyarakat hidup bersama Al Qur’an dan menghidupkan rumah-rumah untuk penghafal Quran,  terang Tarmizi, Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur’an yang mendampingi Ustadz Yusuf Mansur.

Bersama sekitar 50 onthelers, Ustadz mulai mengayuh dari halaman Masjid Nurul Asri. Selain Tarmizi, turut pula dalam jamaah Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara M Anwar Sani dan konselor Wisatahati Ustadz Ahmad Jameel, serta manajemen Wisatahati Jogja.

Kafilah menyusuri jalan Gejayan melintasi kantor PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta yang terletak di Jalan Kasuari No 1, Demangan, Catur Tunggal. Selanjutnya menuju Gedung Wanitatama Yogyakarta. Di sini, Ustadz Yusuf Mansur didaulat memberikan taushiyah untuk para pengunjung Jogja Islamic Book Fair 2009.
Jamaah onthel lalu melanjutkan perjalanan menuju bundaran Universitas Gadjah Mada, untuk kemudian kembali ke Masjid Nurul Asri. Sepanjang perjalanan, Ustadz Yusuf Mansur dan rombongan sibuk menyapa dan melambaikan tangan kepada masyarakat di kanan kiri jalan yang dilalui. [gallery link="file" columns="2"] Keesokan harinya, Rabu (18/11) Ustadz Yusuf Mansur bersama PPPA Daarul Qur’an Pusat dan Yogyakarta, meresmikan Rumah Tahfidz Miftakhul Jannah di Jalan Magelang Km 17, Tempel, Sleman, dan Rumah Tahfidz Deresan.

Sebelum di Sleman dan Deresan, PPPA Daarul Qur’an Jogjakarta juga telah membuka Rumah Tahfidz di Samparan, Bantul,’ ungkap Tarmizi, sambil menambahkan bahwa Insya Allah di Jogja akan didirikan 20 Rumah Tahfidz. Semoga Yogyakarta semakin istimewa dengan kehadiran Rumah Tahfidz, ia berharap.

Karnaval onthel tersebut merupakan rangkaian gelar nasional sosialisasi dan peresmian Rumah Tahfidz. Diawali tanggal 14 November di Balikpapan dan keesokan harinya Samarinda, Ustadz Yusuf Mansur memperkenalkan Program Rumah Tahfidz di beberapa Majlis Taklim. Setelah itu, Ustadz menuju Pulau Dewata. Di sini, ia mensosialisasikan Rumah Tahfidz  di Masjid Al Ikhsan Sanur dan di Hotel Sanur Paradise, di hadapan 277 pengusaha dan tokoh masyarakat setempat.

Didamping H. Zainal Sania, Ustadz Yusuf Mansur mengakhiri kegiatan di Bali dengan meresmikan 9 Rumah Tahfidz. Salah satunya berada di Kawasan Buluh Indah dan Masjid Baitul Makmur Monang Maning.

Sementara itu di Semarang, PPPA Daarul Qur’an telah meresmikan 8 Rumah Tahfidz. Launching berlangsung meriah dan khidmat, dan dihadiri Walikota Sukawi Sutarip.

Tarmizi menuturkan, Program Rumah Tahfidz merupakan bagian dari ikhtiar PPPA Daarul Qur’an untuk mencetak 100.000 Hafidz (penghafal) Al Qur’an. Dalam hal ini, selain mengelola sendiri jejaring Ponpes Daarul Qur’an, PPPA Daqu juga mendukung pesantren dan madrasah penghafal Qur’an yang bertebaran di Tanah Air. PPPA juga bersinergi dengan lembaga lain seperti IKADI dalam menghidupkan Rumah Tahfidz di beberapa kota.

Semuanya, Insya Allah, dapat berjalan dengan bantuan dan partisipasi Anda semua. (aaisy/aya hasna)

Alhamdulillah, Air Mengucur di Al Hikmah

|0 komentar

Ustadz Ali sangat bersyukur, air kembali hadir di Rumah Tahfidz Gubuk Rubuh, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunung Kidul, DIY. Rumah Tahfidz yang dipimpinnya itu berdiri sejak Pebruari 2010 dan menjadi binaan PPPA Daarul Qur’an. Santrinya yang mukim 19 anak, selebihnya puluhan santri kalong’’.

Sejak jelang Ramadhan 1432 H lalu, kekeringan melanda Gunung Kidul. Bencana ini melanda 170 dusun, termasuk Gubuk Rubuh. Warga terpaksa mengonsumsi air sungai, yang sekaligus digunakan untuk mandi dan cuci. Sebagian warga mencari air bersih di dasar telaga yang sudah retak-retak di kejauhan hingga tiga kilometer.

Selama Ramadhan, Takmir Masjid Daarut Taqwa Kecamatan Patuk, menjadwal jamaah-nya untuk mengisi tempat wudlu (padasan). Setiap hari, lima remaja atau dewasa jamaah setempat wajib membawa air dari rumah atau tetangga yang masih memiliki, untuk memenuhi penampungan air masjid.

Kabupaten Gunung Kidul memang langganan kekeringan setiap tahunnya. Menurut seorang warga, kekeringan di sini berlangsung 3 bulan hingga 4 bulan setiap tahunnya. Namun, kekeringan tahun ini semakin meluas. Kalau tahun lalu hanya dialami 12 kecamatan, kini 15 kecamatan dari 18 kecamatan mengalaminya. Selain manusia, ternak pun menderita akibat kekeringan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul, Krisna Berlian, paling tidak 2.000-an ekor sapi dan 3.000 ekor kambing kurang gizi akibat minim hijauan tanaman. Antisipasi sudah Pemda lakukan dengan dropping air ke 15 kecamatan. Namun itu dilakukan setiap 5 hingga 7 hari sekali, karena keterbatasan armada. Berita kekeringan yang dialami Rumah Tahfidz Al Hikmah sampai ke kantor PPPA Daarul Qur’an Jogja. Irfan, Manager Perwakilan PPPA Daqu Jogja, segera memobilisasi bantuan melalui Program Santri Siaga Bencana. Tim ini lalu mengirim bantuan berupa 1 unit jet pump.

Pompa air itu untuk mengangkat air bersih dari mata air di dekat sungai ke bak penampungan di Rumah Tahfidz, jelas Irfan. Pada Jum’at, 23 September 2011 sore, Tim PPPA Daarul Qur’an hadir untuk meresmikan penggunaan instalasi pompa air tersebut. Saat itu sekaligus PPPA Daqu menjatah modal usaha pembesaran ternak kurban ke Al-Hikmah.

Peresmian disyukuri juga oleh segenap pengurus, guru dan santri Rumah tahfidz Al Hikmah. Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat bagi Rumah Tahfidz dan warga sekitarnya, tutur Ustadz Ali Ikhsan dengan mata berkaca-kaca. Dan para santri pun menggemakan shalawat dengan penuh keceriaan. (kinank)

http://www.pppa.or.id/daqu/gallery/category/2-al-hikmah [1]

Syeikh Al Ghomidi Kagumi One Day One Ayat

|0 komentar

"Subhanallah, menghafal Qur'an dengan cara satu hari satu ayat (One Day One Ayat) yang diterapkan Ustadz Mansur di pesantren ini adalah metode yang baru saya ketahui. Insya Allah nanti akan saya ajarkan juga di negeri saya," tutur Imam Masjidil Haram Syeikh Saad Al-Ghomidi saat berkunjung ke Kampung Qur’an, Ketapang, Tangerang, Selasa (26/3).

Syeikh Al-Ghomidi adalah salah satu pelantun murottal Qur’an yang sudah populer dan akrab bagi pecinta Qur’an di Indonesia. Tak heran bila salah satu software Al-Quran Digital menggunakan murottal (tilawah Al- Qur’an) Syeikh Al-Ghomidi untuk suara qori’-nya.

Syeikh bernama lengkap Saad Al Ghamidi Syeikh Ibnu Saad Said Al Ghadimi, itu dilahirkan pada 19 Mei 1967 (1387 H) di Dammam, Mantiqah Syarqiyyah, Saudi Arabia.

Syeikh Al-Ghomidi lulus dari Universitas Imam Muhammad Ibn Saoûd di Al-Ahsaa, dengan spesialis Ushuluddin, pada 1410. Beliau menamatkan studi qiroat Qur’an pada 1415. Selanjutnya pada 1417, beliau mendapat gelar sarjana muda dengan isnad (periwayatan) bacaan dari riwayat Hafsh 'Ain Aasiim.

Kini, beliau direktur sekolah swasta Mohamed Al Fateh di Damman sekaligus pembimbing utama pelajaran Qur'an di Pusat Chatibi Imam. Kedatangannya ke Indonesia sebagai tamu istimewa di perhelatan Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Qur'an (IMQ) 4 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 30 Maret ini.

Selain beliau, juga hadir sejumlah ulama dan qori internasional dari Saudi, Lebanon, dan Palestina.
Di hadapan keluarga besar Daarul Qur’an dan tetamu, Syeikh Al- Ghomidi sempat melantunkan suara emasnya membaca ayat suci Al-Qur'an. Menangis Ustadz Yusuf Mansur yang duduk di sampingnya. Begitupun Ustadz Slamet Ibnu Syam dari Divisi Jaringan Luar Negeri PPPA Daqu yang menjadi penerjemah. Hadirin pun merasa merinding menyimak secara langsung suara Sang Syeikh.

Dalam taushiyahnya, Syeikh Al-Ghomidi yang rendah hati membenarkan bahwa anak-anak kita harus belajar Al-Qur'an dan mulai menghafalnya sejak usia dini.
"Saya mendukung Daarul Qur’an pimpinan Ustadz Yusuf untuk terus mengajarkan anak-anak agar menghafal Al-Qur'an,’’ katanya.
Ia menambahkan, "Orangtua saya dulu setiap hari, dari habis Magrib hingga Isya, selalu mengajar anak-anaknya belajar membaca Al-Qur'an dan menghafalnya."

Syeikh yang khatam menghafal Qur’an dalam waktu 4 tahun ini mengaku sangat terkesan dengan cara orangtuanya memotivasi anak-anak untuk menghafal Kitabullah.
"Orangtua saya setiap minggu selalu menguji anak-anaknya sudah sejauh mana hapal Al-Qur'an. Siapa yang terbaik mendapat hadiah. Alhamdulillah, saya bacaannya paling bagus," ujarnya sambil tersenyum.
Syeikh Al-Ghomidi turut bahagia, Program Pembibitan Penghafal Al- Qura’n berhasil memotivasi Bangsa Indonesia untuk semakin mencintai dan menghafal Al-Qur'an. Untuk itulah, ia merasa terhormat diundang Ustadz Yusuf Mansur ke Negeri Muslim Terbesar di Dunia ini. (bowo)